Thursday, March 19, 2015

Memilih Mainan Yang Sesuai Dengan Usia Anak


             Usia Balita sering disebut tahap perkembangan penting dalam pertumbuhan anak. Pada masa ini, anak seharusnya lebih banyak bermain karena aktivitas bermain dapat membantu perkembangan otaknya. Mainan seperti apakah yang sebaiknya dipilih oleh orangtua ?


Usia 0 - 2 tahun
Pada fase ini amak memiliki kemampuan yang didominasi oleh kemampuan motorik otak anak, sehingga sangat efektif jika pada fase ini, orang tua memberikan mainan dengan lebih menonjolkan pada warna dan teksturnya. Mainan yang menggunakan ekspresi juga dapat dijadikan salah satu alternatifnya 
Contohnya : boneka, mainan yang mengeluarkan bunyi-bunyi menarik, balok berwarna warni

Usia 3 - 5 tahun
Pada usia ini anak mulai suka dan tertarik dengan permainan yang sifatnya berpetualang ( petualangan ) di usia ini anak mulai berekplorasi hal-hal baru yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada dirinya.
Contohnya : Puzzle warna, Puzzle gambar sederhana

Usia Pra Sekolah
Pada fase ini permainan yang dibutuhkan oleh seorang anak adalah jenis permainan yang dapat mengembangkan rasa kerjasama dan kemampuan untuk bersosialisasi dengan berbagai lingkungan. Permainan yang cocok untuk anak di usia ini adalah permainan yang memiliki kemampuan untuk dapat merangsang ketangkasan dan juga kreativitas anak.

Pemilihan mainan yang sesuai dengan usianya akan dapat membantu mereka untuk memiliki kehidupan yang lebih seimbang dikemudian hari. Disini peran orang tua sangat penting untuk dapat memilih, memilah dan memberikan mainan yang tepat pada anak 


Manfaat Bermain Puzzle

           Dunia anak adalah bermain. Proses belajar pada anak dilakukan melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Dalam dunia anak-anak terdapat berbagai jenis alat permainan. Untuk merangsang kecerdasan anak, sebaiknya anak bermain dengan alat permainan yang mengandung nilai-nilai edukatif (pendidikan), dan aman jika digunakan untuk bermain.
           Salah satu alat permainan yang bernilai edukatif adalah PUZZLE. Bermain puzzle selain menyenangkan juga meningkatkan keterampilan anak. Puzzle merupakan permainan yang membutuhkan kesabaran, ketekunan  dan keuletan anak dalam merangkainya. Dengan terbiasa bermain puzzle, lambat laun mental anak juga akan terbiasa untuk bersikap tenang, tekun, dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu. Kepuasan yang didapat saat ia menyelesaikan puzzle pun merupakan salah satu pembangkit motivasi untuk mencoba hal-hal yang baru.

             Puzzle sudah bisa dimainkan oleh anak berusia 10 bulan, tentunya dengan kepingan gambar (puzzle) yang sedikit dan tingkat kesulitannya lebih mudah. Untuk awal, kenalkan anak anda dengan puzzle sederhana yang terdiri dari sebuah keping saja, misalnya gambar sapi. Jadi si kecil hanya memasukkan satu buah kepingan gambar tersebut kedalam lubangnya. Makin tinggi usia anak, biasanya tingkat kesulitan lebih rumit. Dari yang hanya satu kepingan gambar, kemudian menjadi sebuah gambar yang dipotong menjadi 2, 3, 4 dan seterusnya. Semakin banyak gambar dan kepingan gambarnya, semakin tinggi tingkat kesulitannya.
             Yang perlu diperhatikan orang tua adalah kemampuan tiap anak berbeda. Biasanya anak yang sejak dini sudah dikenalkan dengan puzzle akan lebih mahir dan terbiasa bermain puzzle. Oleh karena itu, para orang tua yang akan memilih puzzle untuk anaknya, jangan berdasarkan umur, tetapi bergantung kepada kemampuan si buah hati. Umumnya, anak-anak yang kuat kemampuan visualnya, akan lebih mudah dan cepat menyelesaikan permainan ini.

Tehnik Membungkus Kado

Kado melambangkan banyak hal. Mulai dari tanda kasih, perhatian, sayang, penghargaan, hingga penghormatan. Kado selalu identik dengan hadiah yang diberikan pada saat peristiwa-peristiwa tertentu, seperti acara pernikahan dan ulang tahun. Kado bukan hanya sekadar pemberian yang berupa barang, namun kado itu sendiri memiliki makna tersendiri, sehingga untuk membungkusnya pun tidak boleh asal-asalan.

Sebuah kado bisa diibaratkan sebagai ungkapan isi hati dan perasaan seseorang terhadap yang lain.. Jika memberikan sebuah kado dengan kemasan yang tidak rapi, tidak menarik dan mungkin sedikit berkesan asal-asalan, tentunya mungkin  akan mengundang asumsi bahwa ekspresi ungkapan kita tidak baik. Tidak menandakan bahwa kita menghargai nilai pemberian tersebut melalui kado itu. 


Sebaliknya, jika sebuah kado dibungkus dengan indah, rapi, unik, penerimanya akan sangat senang. Walaupun  isinya sederhana, namun dengan pembungkusan yang unik, sebuah kado  akan memberikan kesan istimewa. Berbagai variasi dari seni membungkus kado diantaranya yaitu bisa berbentuk baju, tas, kotak, kipas atau kantung yang unik 

Tuesday, March 3, 2015

Mendidik Anak Agar Rajin Menabung

Menabung adalah hal yang penting dikenalkan pada anak sejak usia dini.
Karena menabung adalah salah satu hal penting untuk masa depan anak anda. Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak nya agar rajin menabung sejak dini.
Dengan menabung sejak dini, itu akan mengajarkan anak untuk menghargai uang baik itu dalam jumlah yang kecil maupun besar.

Tips mengajar anak untuk rajin menabung diantaranya 

1.  Beri anak anda uang saku
Anda dapat memberi uang saku pada anak anda, uang saku, uang jajan yang anda berikan untuk satu hari ada baiknya untuk selalu mengingatkan pada balita untuk menyisihkannya dan menaruh sisa uang jajan itu pada celengannya.
2.  Pilihlah tempat favorit untuk menabung
Demi mendorong kebiasaan menabung, anda dapat membelikan dompet atau celengan unik yang berkarakter lucu yang dapat meningkatkan minat anak untuk selalu menabung. Beberapa ahli menyarankan agar memberikan anak Anda beberapa tempat yang berbeda untuk menempatkan uang yang dikumpulkannya, satu untuk tabungan, satu untuk jajan, dan satu untuk kegiatan amal kasih. Dengan kegiatan seperti ini anak akan lebih disiplin dalam menggunakan uang tabungannya.

Celengan bertumpuk yang berkarakter doraemon bisa jadi salah satu pilihan untuk menumbuhkan minat menabung pada anak-anak.